SOLO — Kegiatan Car Free Day (CFD) Solo dimeriahkan oleh kehadiran belasan stand konsultasi kesehatan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang langsung diserbu oleh warga. Aksi sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka program Pengabdian Masyarakat oleh KSM Ilmu Penyakit Dalam RS UNS.
Kegiatan yang berpusat di area CFD Loji Gandrung ini menarik perhatian ratusan pengunjung sejak pagi hari. Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan membagikan kuisioner survei kepada masyarakat yang melintas guna melakukan skrining awal mengenai kondisi kesehatan mereka secara sukarela.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan menarik untuk menguji wawasan mereka melalui games interaktif mengenai edukasi kesehatan, salah satunya terkait pengetahuan seputar CKD (Chronic Kidney Disease atau Gagal Ginjal Kronis). Tidak hanya belajar lewat permainan, masyarakat juga bisa langsung melakukan tatap muka dan berkonsultasi secara gratis dengan para dokter spesialis. Melalui pendekatan inovatif ini, KSM Ilmu Penyakit Dalam RS UNS turut berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Bermutu), khususnya dalam memperluas akses pendidikan non-formal dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat demi mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat.

Dalam aksi nyata ini, tim medis berfokus penuh pada pemeriksaan faktor risiko penyakit metabolik yang kerap mengintai masyarakat, seperti Diabetes Melitus dan gangguan fungsi ginjal.
Tercatat ada lebih dari 30 warga yang berhasil mendapatkan layanan pemeriksaan lengkap ini, yang ditangani langsung oleh 8 dokter spesialis penyakit dalam (internist) dari RS UNS. Salah satu staf pengajar sekaligus praktisi bidang ginjal dan hipertensi UNS, Dr. dr. Wachid Putranto, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengaku sangat senang dengan tingginya animo masyarakat yang memadati booth Interna. Selain pemeriksaan fisik dan alat, tim juga membagikan leaflet edukatif tentang cara menjaga kesehatan organ dalam secara mandiri.

Kegiatan yang berlangsung produktif mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS). Aksi sosial ini menjadi bukti konkret dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, di mana civitas akademika UNS turun langsung ke jalan untuk memberikan dampak klinis serta mengedukasi masyarakat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat. Kolaborasi aktif antara institusi akademis, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah kota dalam pemanfaatan ruang publik ini juga mencerminkan komitmen kuat terhadap SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi multisektor yang inklusif. Setelah kesuksesan agenda ini, tim KSM Ilmu Penyakit Dalam mengajak warga untuk menantikan program pengabdian masyarakat informatif selanjutnya.